Banyak yang merasa penasaran dengan konstruksi kolam renang di atas tanah. Model kolam seperti ini memang belum menjadi pilihan utama bagi para pemilik rumah di Indonesia. Kebanyakan masih lebih suka in-ground pool karena memang itulah yang populer dan nyaman.

Namun, bukan berarti memilih above ground pool adalah keputusan buruk. Karena pastinya masing-masing konsep desain seperti ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Sebelum membahas lebih jauh mungkin kita perlu paham dulu apa sebenarnya yang disebut above ground pool simak penjelasannya.
Apa Itu Konstruksi Kolam Renang di Atas Tanah?
Above ground pool atau kolam renang di atas tanah adalah jenis kolam renang yang seluruh strukturnya diletakkan di atas permukaan tanah, bukan ditanam di dalam galian tanah seperti kolam renang pada umumnya (in-ground pool).
Bali Water Place seringkali menangani permintaan unik ini untuk lahan-lahan yang memiliki karakteristik khusus.
Terlepas dari hal itu, kolam above ground sendiri punya ciri khas sebagai berikut:
- Struktur Mandiri (Self-Supporting): Berbeda dengan kolam tanam yang disangga tanah, dinding beton di atas tanah dirancang sebagai struktur yang berdiri sendiri. Dindingnya dibuat jauh lebih tebal dengan tulangan baja (rebar) yang sangat padat untuk menahan tekanan air tanpa bantuan tekanan tanah dari luar.
- Unik: Bagian struktur badan kolam renang bisa terlihat seutuhnya atau sebagian, memberikan kesan bangunan yang kokoh dan menonjol.
- Nuansa dan Konsep Berbeda: Memungkinkan adanya kombinasi material luar seperti kaca sebagai bagian dinding kolam sehingga terlihat lebih mewah.
Baca juga: Biaya Pembuatan Kolam Renang di Bali
Keunggulan dan Kekurangan Above Ground Pool
Memilih konsep ini tentu membutuhkan pertimbangan yang matang dari sisi teknis maupun biaya. Kami selalu menyarankan pemilik rumah untuk melihat kondisi lahan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Apakah lahan Anda memiliki kemiringan yang cukup tajam? Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.

Kelebihan Above Ground Pool
1. Estetika Arsitektural yang Mewah
Kolam ini sering menjadi pusat perhatian (vocal point). Anda bisa membuat sisi kolam menggunakan kaca tebal (glass wall) atau efek infinity edge yang membuat air seolah tumpah ke bawah. Keindahan seperti ini sulit didapatkan pada kolam tanam biasa karena dinding kolam terpapar secara terbuka dan bisa diolah menjadi elemen seni yang indah.
2. Solusi Lahan Ekstrem
Sangat unggul untuk lahan yang miring, curam, atau tanah yang sangat berbatu. Daripada menghabiskan banyak biaya untuk penggalian batu keras atau membuat dinding penahan tanah yang rumit, membangun di atas permukaan sering kali menjadi pilihan yang lebih masuk akal dan aman secara konstruksi.
3. Daya Tahan Luar Biasa
Ini adalah struktur permanen. Konstruksinya secara umum sama kuatnya dengan in-ground pool, jadi Anda tidak perlu khawatir akan kekuatannya. Penggunaan beton bermutu tinggi memastikan kolam tetap stabil meskipun menahan beban air yang mencapai puluhan ton tanpa sandaran tanah.
4. Keamanan yang Lebih Baik
Karena dindingnya tinggi (biasanya 1,2 – 1,5 meter dari permukaan tanah atau bisa lebih tinggi), risiko anak kecil atau hewan peliharaan terpeleset masuk ke kolam jauh lebih rendah dibanding kolam in-ground. Dinding kolam ini secara alami berfungsi sebagai pagar pengaman bagi siapa saja yang berada di area taman.
Kekurangan Above Ground Pool
1. Biaya Sangat Tinggi
Ini adalah opsi yang cukup mahal. Anda membayar lebih untuk konstruksi khusus, jumlah besi tulangan yang ekstra padat, dan ketebalan beton agar dindingnya tidak mudah rusak menahan tekanan air. Konstruksi ini membutuhkan material yang jauh lebih banyak dibandingkan kolam yang tertanam di dalam tanah.
2. Proses Konstruksi Rumit
Membutuhkan kontraktor spesialis dan perhitungan sipil yang presisi. Jika ada kesalahan perhitungan beban, dinding beton bisa retak rambut. Kebocoran pada kolam di atas tanah jauh lebih sulit dan mahal diperbaiki daripada kolam tanam karena titik bocornya bisa berada di struktur utama yang terbuka.
3. Suhu Air Lebih Fluktuatif
Karena seluruh dinding kolam terpapar udara luar, air kolam akan lebih cepat panas saat terik matahari dan lebih cepat dingin saat malam hari. Tanpa adanya isolasi alami dari tanah, suhu air di dalamnya akan sangat bergantung pada cuaca yang sedang berlangsung di sekitar lokasi.
Untuk Anda yang berlokasi di Karangasem, bisa menghubungi Bali Water Place. Kami juga dikenal sebagai kontraktor kolam Karangasem.
Berapa Biaya Pembuatan Konstruksi Kolam Renang di Atas Tanah?
Untuk mengetahui berapa estimasi biaya, maka Anda perlu berkonsultasi dengan kontraktor berpengalaman. Bali Water Place siap membantu Anda menghitung anggaran yang tepat agar proyek berjalan lancar.
Berminat membuat kolam renang above ground atau konstruksi di atas tanah? Hubungi kami untuk mendapatkan info lebih lengkap. Kami akan membantu Anda merancang kolam yang tidak hanya kuat, tapi juga menjadi bagian terindah dari rumah Anda.
FAQ
Berapa lama waktu pengerjaan kolam di atas tanah?
Prosesnya memakan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan. Hal ini dikarenakan proses pengecoran dinding yang tinggi membutuhkan waktu pengeringan beton yang sempurna sebelum air bisa diisi ke dalam kolam.
Apakah bisa mengganti material dinding kolam menjadi kaca?
Bisa. Banyak pemilik rumah menggunakan kaca akrilik tebal pada satu atau beberapa sisi dinding untuk menciptakan efek transparan yang mewah.
Apakah biaya pembuatan above ground lebih mahal?
Ya, secara umum biayanya bisa lebih tinggi dibandingkan kolam in-ground pool biasa. Hal ini dikarenakan Anda membutuhkan struktur beton yang jauh lebih tebal dan pembesian yang lebih rapat agar dinding kolam sanggup berdiri sendiri menahan tekanan air. Namun, mahal atau murah tetap bergantung terhadap spesifikasi.

Pingback: Kontraktor Kolam Renang Rooftop Bali Profesional di Bidangnya - Bali Water Place
Pingback: 5 Inspirasi Desain Bentuk Kolam Renang, Anda Wajib Tahu! - Bali Water Place